IBC, JAKARTA – Pelaksana tugas (Plt.) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyatakan dirinya percaya bahwa kejujuran adalah resep penting untuk keluar dari krisis.

“Saya percaya kejujuran adalah resep penting untuk keluar dari krisis. Situasi genting akibat pandemi ini memerlukan keteebukaan dan transparansi karena hanya dengan itu kita bisa mengidentifikasi masalah dengan benar dan mencari jalan keluar dari krisis,” katanya melalui video yang diunggah akun Twitter DPP PSI, Senin (20/9)2031).

Dalam krisis, menurut Giring seorang pemimpin adalah panglima yang mengambil tanggung jawab dan menyampaikannya kepada publik secara transparan situasi dan pilihan-pilihan yang dia ambil dalam merespon situasi.

“Dalam krisis, seorang pemimpin sejati harus berperan sekeras mungkin menyelamatkan kepentingan yang lebih besar,” ujarnya.

Giring menegaskan Gubernur Anies Baswedan bukalah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis.

Ia menambahkan indikator utama dalam menilai kegagalan Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta ini membelanjakan uang rakyat selama pandemi.

“APBD Jakarta yang begitu besar, dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadinya untuk maju sebagai calon presiden 2024,” tegasnya.

Mantan vokalin Band Nidji ini menyatakan Anies mengabaikan tekanan rakyat yang meminta membatalkan balapan Formula E.

“Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balapan mobil Formula E dan mengeluarkan Rp1 trilyun. Rp1 trilyun uang rakyat untuk acara yang tidak berguna itu,” ungkap Giring.

Selanjutnya Giring menjelaskan uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balapan mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi Covid-19.

“Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal dan hidupnya susah karena pandemi. Uang Rp1 trilyun dia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak bisa masuk ke rumah sakit yang penuh, rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan,” jelasnya.

Di tengah semua penderitaan rakyat, lanjut Giring Anies mengatakan menyerah tidak bisa mengatasi situasi.

“Dia mengaku tidak ada dana untuk mengatasi Covid-19 dan minta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di Jakarta,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Giring mengataka tetapi Anies dihadapan media selalu mengatakan dia peduli dengan penderitaan rakyat karena pandemi. Tapi apakah dia peduli?

“Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies di tengah pandemi dan penderitaan rakyat,” katanya.

Di akhir rekaman video Giring menyampaikan rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024.

“Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan,” tandasnya.

Penulis : DS | YES