IBC, PALEMBANG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) cq Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Distrik Navigasi Kelas I Palembang gelar kegiatan Padat Karya tahap II tahun anggaran 2021 dibuka oleh Anggota Lgislatif (Aleg) Komisi V DPR RI Ir H Eddy Santana Putra di lapangan Kantor Distrik Navigasi Kelas I Palembang, Kamis (23/9/2021).

Kegiatan ini dihadiri Walikota Palembang yang diwakili oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Sosial dan Kemasyarakatan Herly Kurniawan, Kepala KSOP Kelas II Palembang Letkol Mar Triyanto, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Kepelabuhan Boom Baru AKP Imelda Rahmat.dan General Manager PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang Silo Santoso.

Walikota Palembang melalui Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Sosial dan Kemasyarakatan Herly Kurniawan mengatakan atas nama Pemerintah Kota Palembang sangat senang bisa bertatap muka secara langsung dan bersilaturahmi bersama masyarakat pada kegiatan padat karya Distrik Navigasi Kelas I Palembang

“Program padat karya ini merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan juga selalu diingatkan oleh Menteri Perhubungan agar seluruh unit dilingkungan Kementerian Perhubungan melaksanakan program Padat Karya, dimana sangat membantu masyarakat disekitarnya karena adanya pendemi Covid-19 yang belum berakhir,” katanya.

Herly menjelaskan tujuan dari kegiatan ini untuk memupuk rasa kebersamaan, gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan Kualitas dan kuantitas sumber daya masyarakat, membangkitkan kegiatan sosial, meningkatkan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja melalui kegiatan Padat Karya sungai

“Saya berharap program Padat Karya ini bisa menciptakan pemberdayaan masyarakat disekitar dan sekaligus dapat mengedukasi masyarakat yang membangun pola hidup yang produktif serta menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan serta berharap dengan kedatangan anggota komisi V DPR RI dapat menjembatani harapan masyarakat kota Palembang yang dirasakan selama masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Aleg Komisi V DPR RI Eddy Santana Putra mengatakan bahwa Pemerintah dimasa pandemi Covid-19 menggalakan program Padat Karya melalui seluruh instansi khususnya di Distrik Navigasi Kelas I Palembang untuk membantu warga disekitar terutama yang terkena Pemutusan Hubungan Pekerjaan (PHK) atau yang tidak ada pekerjaan.

Alhamdulillah 170 orang yang ikut program padat karya merupakan total keseluruhan dari beberapa daerah yaitu Palembang, Jambi, Bangka Belitung dan harapan saya mudah-mudahan pesertanya bisa ditambah lagi dan kegiatan ini merupakan program yang sangat bagus sekali sehingga harus dilanjutkan,” ucap Eddy.

Kemudian Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas I Palembang Muhammad Anto Julianto mengatakan bahwa program kegiatan Padat Karya merupakan arahan dari Menteri Perhubungan dan untuk tahap II cakupan wilayahnya diperluas lagi yaitu Jambi dan Bangka Belitung dimana sebelumnya hanya Kota Palembang sehingga pada tahap II menambah anggaran meskipun masih dikatakan cukup kecil

“Pekerjaan yang dilakukan dalam program Padat Karya tahap II merupakan pekerjaan yang mudah atau sederhana dan akan dilaksanakan mulai 23 September – 8 Oktober 2021 di 12 (dua belas) titik untuk 3 (tiga) Provinsi sesuai wilayah kerja Distrik Navigasi Kelas I Palembang dimana 5 (lima) titik di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yaitu 3 titik dilingkungan kantor Distrik Navigasi Kelas I (satu) Palembang dan 2 (dua) titik untuk Stasiun Radio Pantai (SROP) dilokasi Kenten dan Pendawa. Untuk Provinsi Jambi ada 3 titik lokasi yaitu 1 titik dilokasi rambu suar Talang Duku dan 2 titik dilokasi rambu suar alur pelayaran pelabuhan muara Sabak. Untuk Provinsi Bangka Belitung ada 4 (empat) titik yaitu 3 titik dilokasi Kabupaten Bangka Barat dan 1 titik dilokasi Kabupaten Bangka Belitung,” ujar Anto.

Anto menyampaikan kepada Aleg DPR RI Komisi V bahwa untuk masyarakat yang ikut program Padat Karya dirinya menargetkan warga yang ada disekitar sarana bantu wilayah jangkauan Distrik Navigasi Kelas I Palembang

“170 orang peserta yang terlibat untuk program Padat Karya diutamakan yang tidak memiliki keahlian khusus serta tidak memiliki pekerjaan dalam waktu cukup lama akibat terdampak pandemi Covid-19 guna untuk menyambung kelangsungan perekonomian,” ungkapnya.

“Karena kita berharap mereka bisa membantu kita menjaga aset milik Distrik Navigasi Kelas I Palembang yang keberadaannya jauh dari jangkauan kita, sehingga ada hubungan timbal balik yaitu mereka bisa ikut program Padat Karya dan aset milik kita bisa dijaga,” ujarnya

Terakhir M Anto Julianto menambahkan selain bertujuan langkah strategis menjaga aset sarana bantu milik Distrik Navigasi Kelas I Palembang, Dengan program padat karya juga membuka lapangan pekerjaan bagi yang mengalami kehilangan pekerjaan atau belum bekerja sehingga membantu pemulihan ekonomi masyarakat dan mengurangi pengangguran

“Kedepan kami akan mengajak Kantor KSOP Kelas II Palembang untuk bergabung melaksanakan kegiatan padat karya yang sudah di rencanakan oleh Kementerian Perhubungan dan semoga program program padat karya ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya dan anggarannya dapat ditingkatkan lagi sesuai dengan ketersediaan anggaran,” tutupnya

Penulis : Zul | YES