IBC, SUMSEL – Dinas perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) gelar rapat kerja (Raker) urusan Perpustakaan dalam rangka upaya sinkronisasi dan harmonisasi program untuk tahun 2022 bersama Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Kota se-Sumsel di Aula dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Rabu (22/9/2021).

Kegiatan rapat dihadiri dari Bapeda, Dinas PMD, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Kota se-Sumsel, dan EO untuk pelaksanaan kegiatan festival literasi yang akan dilaksanakan di Bulan November

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel Fitriana mengatakan bahwa dalam rapat kerja ini Dinas Perpustakaan Kabupaten Kota dan Provinsi harus mensinkronkan dengan indikator Pusat atau nasional yaitu tingkat kegemaran membaca dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Dua indikator tersebut merupakan indikator kinerja fungsi dalam urusan perpustakaan sehingga menjadi sasaran strategis para Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan Provinsi Sumsel dan Kabupaten Kota se-Sumsel dalam meningkatkan pembudayaan kegemaran membaca dan meningkatkan IPLM,” jelasnya.

Fitriana mengungkapkan kendala-kendala yang terjadi di Dinas Perpustakaan yaitu terkait dengan standar nasional perpustakaan seperti tenaga pustakawan yang masih terbatas, tenaga pengelola pustakawan yang belum memiliki sertifikat dan memiliki kelemahan dimana tidak mempunyai data perpustakaan sampai ke tingkat bawah.

“Oleh sebab itu kita terus mengejar untuk meminta data perpustakaan di kabupaten kota seperti perpustakaan sekolah, desa, taman-taman bacaan masyarakat, perpustakaan khusus dan perpustakaan Perguruan Tinggi, dimana jika kita mempunyai data tersebut akan mudah untuk mencapai target kita ke depan sehingga bisa kita penuhi dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Selanjutnya Fitriana membeberkan alasan-alasan mereka tidak terdatanya perpustakaan tersebut yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggarannya dimana ketika dinas perpustakaan kabupaten kota mau turun langsung ke kecamatan dan desa untuk mendata perpustakaan tidak memiliki anggaran.

“Yang namanya tugas dan fungsi kita digaji untuk melaksanakan tugas tersebut, maka saya sampaikan sebagai tanggung jawab saya selaku Kadis Perpustakaan Provinsi Sumsel melakukan pembinaan kepada dinas perpustakaan yang ada di 17 Kabupaten Kota Provinsi Sumsel dimana melalui rapat ini mereka akan mendapatkan update informasi dalam segala hal seperti cara mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK), cara mencapai target dan cara bersinergi dengan pihak-pihak lain,” ujarnya.

Dirinya menuturkan bahwa apapun dan siapapun itu untuk mencapai target tujuan tidak bisa melaksanakan tugas secara sendiri-sendiri, oleh sebab itu sekarang yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan sinergi dengan semua OPD manapun.

“Insyaallah dengan dilaksanakannya festival Literasi kita akan melibatkan semua pihak, mulai dari PKK, Dekranasda, UMKM, BUMN, BUMD, OPD-OPD dan yang menjadi leading sectornya adalah Dinas Perpustakaan, dimana produk apa pun yang disajikan baik berupa barang maupun jasa mereka harus menyertakan referensinya dan disinilah identitas Perpustakaan yang mengkedepankan referensi,” tutur Fitriana.

Terakhir Fitriana menambahkan bahwa kegiatan Festival Literasi akan dilaksanakan 6-8 November di Bukit Siguntang dengan mengadakan lomba 6 literasi dasar yaitu, literasi sains, literasi baca dan tulis, literasi digital, literasi nomerasi, literasi budaya dan literasi finansial kemudian akan ada parade pakaian adat Sumsel dalam rangka upaya melestarikan budaya bangsa untuk menampilkan kearifan lokal masing-masing 17 Kabupaten Kota di Provinsi Sumsel

“Di masa pandemi covid-19 anak-anak sudah lama tidak sekolah, maka kita mendorong anak-anak untuk melakukan kreativitas dan inovasi dimana selama masa pandemi mereka tidak bisa mengekspresikan apa yang menjadi cita-cita dan hobinya, oleh karena itu melalui festival literasi ini anak-anak bisa melakukan ekspresinya dengan mengikuti lomba literasi dasar,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES