IBC, PELALAWAN – Tenaga honorer Puskesmas se kabupaten Pelalawan dikabarkan belum menerima gaji sejak Agustus dan September tahun 2021 ini.

Hal itu terungkap dengan adanya pengakuan salah seorang pegawai tenaga medis di salah satu Puskesmas yang ada di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, Riau.

Tenaga medis yang identitasnya minta dirahasiakan mengaku SK honorer habis pada Agustus lalu tanpa ada kepastian status.

“Dua bulan ini mas. SK honor pun semua mandek di bulan 8 (Agusfus – red) kemarin. Jadi ini gak ada kejelasan,” ujar salah seorang petugas honorer saat berbincang dengan Biro IBC Riau pada Kamis (23/9/2021) siang wib.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan mengakui hal yang sama terkait belum adanya menerima gaji serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS sejak Juli lalu.

“Saya gak tahu persis sih pak..tapi bukan honor di Puskesmas aja yang belum dibayar, honor di Dinkes juga belum pak,” aku salah seorang pegawai di Dinas Kesehatan Pelalawan itu kepada IBC.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan aset daerah (BPKAD), Devitson Saharuddin mengatakan pihaknya telah meneken penggeseran penggunaan anggaran untuk September sebesar 3,6 miliyar rupiah.

Dirinya tampak heran terkait belum dibayarkannya honor pegawai di Dinkes dan tenaga honorer di Puskesmas.

“Harusnya sudah kalau untuk September ini, yang belum untuk di Oktober karena menunggu di APBD Perubahan. Kalau TPP PNS seluruh SKPD memang belum sejak Juli kemarin. Kemarin sudah dianggarkan Rp30 M untuk BLUD,” jelas Devitson kepada IBC saat ditemui di kantor tempatnya bekerja komplek perkantoran Bhakti Praja di Pangkalan Kerinci, Kamis (23/9/2021) siang wib.

Hal senada juga dikatakan sekretaris BPKAD, Hanafi terkait telah di cairkannya anggaran keperluan dinas kesehatan Pelalawan sebesar Rp3,6 Milyar per September tahun ini.

“Kita sudah cairkan Rp3,6 Milyar (September – red), yang terlambat untuk Oktober karena menunggu APBD Perubahan, kalau TPP PNS iya memang terkendala semua mulai Juli kemarin belum cair,” ujar Hanafi mantan Kabag Keuangan Daerah periode Bupati HM Haris kepada IBC.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi, baik dari kepala dinas kesehatan, Asril,maupun pejabat tinggi lainnya.

Penulis : Faisal | YES