IBC, PALEMBANG – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tehnologi (Kemendikbudristek) memberikan bantuan kepada Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah I (SMK Muh I) Palembang yang akan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sumsel dalam rangka workshop dengan mengusung tema pencegahan kekerasan dan pornografi.

Kepala Sekolah SMK Muh I Palembang Seriyani mengatakan bahwa SMK Muh I Palembang mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta dari kemendikbudristek khusus untuk peserta didik guna untuk pengembangan SDM siswa terhadap Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yaitu kantin sekolah, penanggulangan kekerasan dan pemberdayaan.

“Untuk Pemberdayaan kami minta materi dari DP3A Sumsel dan Alhamdulillah responnya ternyata sangat bagus sekali karena Kepala Dinasnya yang langsung hadir dan kami bersyukur sekali dengan hadirnya beliau, artinya beliau sangat peduli dengan kondisi sekolah ini,” katanya.

Seriyani menyampaikan bahwa Kepala DP3A mengharapkan SMK Muh I Palembang mendapatkan sesuatu yang lebih khusunya untuk penanganan ataupun antisipasi kekerasan kepada anak seperti pembullyan dan lainnya.

“Alhamdulillah sekolah ini tidak ada terjadinya kekerasan kepada anak dan insyaallah kedepan jangan sampai terjadi, maka kita mengantisipasinya, karena kita tidak tahu yang namanya buli itu tidak mesti harus dengan kekerasan, kadang-kadang perasaan juga yang membuat anak-anak menjadi minder,” ucapnya.

Selanjutnya Seriyani menjelaskan supaya kegiatan ini lebih mantab dan kebetulan SMK Muh I Palembang mendapatkan bantuan dari Kemedikbudristek maka pihaknya menggandeng DP3A, karena sangat cocok dengan yang direncanakan oleh Kemendikbudristek.

“Kami berterima kasih kepada Kemendikbudristek, karena peduli dengan memberikan bantuan sekolah ini Rp15 juta untuk workshopnya dan nanti ketika setelah selesai workshop kita bisa menyelaraskan yang kebetulan juga programnya meching dengan program sekolah kita yaitu sedang membrending kantin sehat, kawasan tanpa narkoba, kekerasan dan rokok,” ujarnya.

Dirinya menuturkan bahwa dengan digelarnya kegiatan workshop ini akan memantapkan kinerja guru dan anak-anak juga bisa mensosialisasikan lagi kepada teman-temannya yang lain, karena hanya ada 100 anak yang menjadi pionernya dalam mengikuti workshop

“Setelah 100 anak mengikuti workshop maka selanjutnya mereka akan melaksanakan tutor sebaya dengan teman-tman yang lain untuk membentuk kelompok-kelompok dimana satu anak dari 100 pioner akan mengarahkan ke beberapa anak dalam satu kelompok dengan kegiatan sehari-harinya sehingga bisa terpantau oleh kita,” tutur Seriyani.

Terakhir Seriyani menambahkan bahwa di SMK Muh I Palembang akan membentuk kakak angkat dan adik angkat, dimana anak-anak kelas 12 bisa memiliki adiknya dikelas bawah satu anak dengan memilih sendiri 10 orang untuk dijadikan adik angkat yang akan dibina yang bukan hanya dalam hal ini saja tapi juga dalam proses pembelajaran.

“Semoga dengan kegiatan ini bisa berdampak positif dan bisa mencegah kekerasan dan pornografi disekolah ini sehingga bisa terciptanya silahturahmi kekeluargaan sesama siswa dan guru-gurunya,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES