IBC, PELALAWAN – Laporan dugaan tindak pidana korupsi (TPK) yang melibatkan mantan Lurah Pangkalan Kerinci Timur EA dan mantan Kades Sering MY serta dua orang pemohon dari kelompok tani inisial JF dan EZ masuk babak baru.

Kabarnya berdasarkan keterangan Akbar Ramadhan selaku kuasa hukum pelapor M. Yunus K mengatakan pihak dari kelompok tani (JF dan EZ) usai gelar perkara di Polda Riau beberapa hari lalu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPK gratifikasi dan suap dalam hal penerbitan SKGR.

“Ia benar terlapor JF dan EZ sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan klien kami ke Reskrimsus Polres Pelalawan pada Mei lalu,” jelas Akbar Ramadhan kepada IBC, Rabu (29/9/2021).

Laporan nomor LP/174/V/2021/Riau/res Pelalawan atas dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi dan suap dalam hal penerbitan surat keterangan ganti rugi (SKGR) dikatakan Akbar segera masuk tahap dua.

Berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) oleh kanit Idik 3 IPDA Anranosa membenarkan penetapan tersangka terhadap dua orang inisial JF dan EZ.

“Tinggal masuk tahap dua di kejaksaan aja, semoga langsung ditahan,” kata Akbar.

Tersangka EZ ketika dihubungi melalui chat WhatsApp Kamis (30/9/2021) pagi ini tidak memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Penulis : Faisal | YES