IBC, SANANA Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku melalui Resor Sanana melepaskan hewan Biawak Banggai di kawasan hutan Kepulauan Sula, Maluku Utara,

Hal itu disampaikan oleh Plt. Kepala Balai Karantina Kelas II Sanana, Arif Widiantoro, kepada media ini ,Jumat (1/10/2021)

Arif menjelaskan Balai Karantina bersama Polisi Kehutanan Abidin Pawah, melepasliarkan sebanyak 30 ekor Biawak Banggai (Varanus melinus) dan 2 ekor Biawak  Maluku (Varanus indicus) ke habitat aslinya di  Sanana. Biawak jenis Varanus mempunyai habitat asli di Kepulauan Sula dan Pulau Obi tercatat termasuk satwa endemik dan peredaran terbatas.

“Pagi tadi satwa yang didapatkan dari patroli pengawasan pelabuhan oleh Balai Karantina Wilker Sanana  yang diselundupkan bersama barang muatan di KM Bunda Maria pada Selasa (28/9/2021) lalu. 32 ekor Biawak dalam kondisi sehat dan layak dilepasliarkan kembali ke hutan area konservasi di wilayah Kepulauan Sula,” jelasnya.

Selanjutnya Arif menegaskan hewan jenis Biawak Banggai (Varanus melinus) dan 2 ekor Biawak  Maluku (Varanus indicus) dilindungi Undang Undang Konservasi dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga tidak bisa diambil oleh siapapun.

“Jenis hewan ini dilindungi oleh UU Nomor 5 Tahun 1990 dan juga Permen LHK Nomor 92 Tahun 2018 mengenai daftar spesies dilindungi sehingga masyarakat tidak bisa mengambilnya apalagi untuk di perdagangkan,” tegasnya

Dirinya berharap pelepasan satwa yang tidak bisa disebutkan tepatnya ini bisa dilindungi oleh masyarakat sehingga kesadaran untuk melindungi satwa inipun ada di masyarakat untuk pendidikan anak cucu kita ke depan.

“Yang penting adalah kesadaran atas pentingnya melindungi satwa untuk kelestarian sumber daya alam di Sula karena faktanya status Sula ini masih wilayah konservasi, sehingga setiap hewan dan tumbuhan yang diedarkan diatur Undang Undang,” tutpnyya.

Penulis : Sarif | YES