IBC, ROKAN HULU – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama dengan SIBERKREASI menggelar Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Rokan Hulu dengan mengusung tema ‘Tips Mengenali Berita Palsu dan Verifikasi’.

Turut serta sebagai Keynotespeech pada Webinar Gernas ini yaitu Teddy Mirza Dal selaku mantan Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hulu Periode 2004-2009 dan dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rokan Hulu H. Ibnu Ulya mewakili dari pemerintah kabupaten Rokan Hulu.

Teddy Mirza Dal menjelaskan Hoax atau berita palsu menjadi musuh bersama yang membawa dampak buruk bagi masyarakat di era digitalisasi saat ini.

“Jadi ,masyarakat harus benar-benar bijak mengenali berita yang benar maupun yang palsu, masih banyak nya masyarakat yang tidak paham dalam beretika bermedia sosial terlebih dalam menyebarkan infomasi yang bersifat tidak benar dan dapat di pertanggung jawabkan. Masyarakat harus terus diberi edukasi agar bisa memverifikasi kebenaraan suatu informasi, baik dimedsos maupun pada pesan berantai,” jelas Teddy dalam pemaparannya beberapa hari yang lalu.

Selain itu kata Teddy, berawal dampak yang buruk terhadap berita palsu itu, ancaman pidana juga mengancam kepada individu maupun lembaga yang secara sengaja atau tidak dengan menyebarkan berita palsu atau Hoax.

“Memang, kebebasan dalam bermedia sosial merupakan hak semua pengguna internet namun dalam bermedia apalagi menyebarkan informasi terdapat aturan-aturan yang harus dilaksanakan bersama-bersama. Apabila terbukti menyebarkan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya maka ancaman sanksi pidana dapat mengintai, melalui webinar inilah kita diberi edukasi agar masyarakat bisa membedakan mana berita palsu dan yang tidak,” pungkasnya.

Selanjutnya, Yusmar selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rokan Hulu juga berkesempatan menjadi narasumber pada Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini. Ia menjelaskan berbicara perkembangan media digital saat ini merupakan sebuah hal yang tidak bisa kita hindarkan, berdasarkan penggunaannya penyabaran informasi saat ini sangat besar pengaruhnya dari media sosial dengan pengguna internet yang sudah mencapai jutaan jiwa pengguna.

“Penyebaran berita atau informasi secara data tidak bisa kita hindari, pada dasarnya berita palsu telah ada ratusan tahun lalu, namun dalam mengenali dan mengidentifikasi dalam memahami hoax ini adalah dengan memperbanyak literasi digital dan mencari data-data dan fakta dasar terkait berita yang disebarkan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Yusmar.

Dalam memberikan informasi diinternet terang Yusmar, harus selalu ada data lengkap sehingga informasi dishare ke media sosial memiliki kebenaran yang dapat diterima setidaknya delapan puluh persen.

“Beberapa informasi harus selalu dikembangkan dengan memencari dan mendengar informasi dari berbagai sumber. Suatu pemberitaan atau informasi diinternet baiknya di filter/saring terlebih dahulu kebenaranny, setelah itu baru dapat kita sharing ke jejaring media social memverikasi sebuah berita hoax dapat kita cek melaui situs PIPL.com. Semoga pada webinar kali para peserta bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menangkal penyebaran berita palsu atau hoax,” pungkasnya.

Turut hadir sebagai narasumber yiatu Sahat Martin Philip Sinurat Sekretaris Umum DPP GAMKI, Pendiri Rumah Millenial Indonesia. Webinar Gernas Literasi Digital Tahun 2021 diberi sesi tanya jawab yang diikuti oleh para peserta dan diakhiri dengan foto bersama secara daring.

Penulis : Faisal | YES