IBC, ROKAN HULU – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama SiberKreasi lakukan sosialisasi melalui webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dilaksanakan oleh forum literasi digital Provinsi Riau di 12 kabupaten/kota.

Mantan Ketua DPRD Rokan Hulu periode 2004/2009, Teddy Mirza Dal sebagai Keynote Speaker mengatakan bahwa kebudayaan dan perkembangan dunia digital merupakan sebuah hal yang tidak dapat dipisahkan. Iapun menaruh harapan besar dalam kegiatan webinar yang ditaja (diadakan – red) oleh Kemkominfo sebagai langkah pembumian kebudayaan secara nasional maupun global.

“Harapan kita dari kegiatan webinar ini dapat memberikan pemahaman baru bagi seluruh masyarakat yang terlibat dan memberikan dampak positif bagi perkembangan Indonesia maju kedepannya,” jelas Teddy dalam sambutannya.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu M. Hasby Assodiqi sebagai narasumber, pengguna internet di Indonesia mencapai angka 202,6 juta jiwa atau setara 73,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

“Dari jumlah tersebut, 170 juta orang Indonesia merupakan pengguna aktif media sosial (Medsos) dengan waktu rata-rata penggunaan selama tiga jam di platform WhatsApp, Twiter, Youtube, Instagram, Facebook, dan Website,” jelas Hisby dalam pemaparannya.

Hasby menuturkan etika digital semestinya disadari dan diperhatikan oleh setiap individu penggiat media sosial. Timbulnya suatu permasalahan tidak jarang bermula dari postingan maupun konten yang disebarkan melalui medsos.

“Media sosial hendaklah dijadikan sebagai sarana dakwah amar ma”ruf nahi munkar, menyebarkan pesan-pesasn positif. Jangan menyinggung siku, Ras atau Golongan yang bisa menyebabkan permusuhan,” tuturnya.

Narasumber kedua, Aulia Asmul Fauzi Nasution menjelaskan betapa pentingnya penggunaan teknologi digital sebagai sarana penguatan Budaya bukan justru menghilangnya kebudayaan disebabkan terpengaruh budaya luar melalui perkembangan teknologi modern yang semakin canggih.

Menurutnya, melestarikan kebudayaan adalah upaya atau wujud untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya, baik secara tradisional maupun mengembangkannya dengan perwujudan yang lebih dinamis menyesuaikan dengan kondisi pola perkembangan zaman.

“Beberapa cara untuk meningkatkan kebudayaan daerah, mengenalkan dimata dunia ada 4 cara, meningkatkan skema promosi dengan membuat Museum digital, medsos maupun Billboard. Kedua dengan cara konsisten dalam mengenalkan budaya, ketiga memiliki konsep bisnis berkelanjutan dan terahir adalah dengan komitmen yang kuat dari berbagai element,” jelas Aulia yang berprofesi sebagai praktisi hukum dan penulis itu dalam pemaparannya.

Kegiatan yang diikuti oleh 135 peserta tersebut yang terdiri dari peserta didik maupun pengajar begitu antusias memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada pemateri.

Penulis : Faisal | YES