IBC, PALEMBANG – Pelatihan yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja Pengembangan Produktivitas dan Keterampilan Transmigrasi (BLKPPKT) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi ditutup dan sekaligus penyerahan bantuan sarana usaha tata kecantikan rambut dan wirausaha baru oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru diaula UPTD BLKPPKT Disnakertras Provinsi Sumsel Kelurahan Sukamaju Kecematan Sako Kota Palembang, Rabu (13/10/2021).

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan bahwa instruktur itu mengajar berbagai keterampilan bagaimana memanage sebuah usaha yang konvesional tetapi dengan mendapatkan bonus Information Technology (IT) dan Kejujuran dalam berwirausaha

“Dengan keterbukaan IT ini kita akan semakin mudah mencari pasar serta pemasok dan dengan kejujuran berwirausaha baik dengan diri sendiri maupun orang lain kepada bayer ataupun Supplier yang akan menjaga keberlangsungan usaha,” katanya.

Herman Deru menuturkan bahwa didalam berusaha tidak boleh menyerah dan harus bersemangat tinggi serta mengerti strategi pemasaran dan membaca segmen dimana kita harus menjual jasa atau makanan dalam berwirausaha.

“Jangan kita memaksakan diri misalanya pempek itu digemari di Palembang tetapi kita paksakan orang lain harus makan pempek, karena belum tentu orang tersebut suka makan pempek, maka kita harus menyediakan varian lain dan strategi seperti inilah harus dikuasai juga oleh para instruktur dalam memberikan ilmu-ilmu pemasaran,” ujarnya.

Sementara Kepala Disnakertrans Provinsi Sumsel H Koimudin mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupakan penyerahan peralatan tata kecantikan rambut bagi peserta tata kecantikan rambut dan untuk wirausaha baru yang sudah dilatih dibantu oleh Gubernur Sumsel berupa gerobak untuk mereka berusaha di lapangan.

“Hari ini sudah diserahkan dan kita harapkan apa yang diberikan oleh Gubernur bermanfat bagi mereka bisa berjualan dan buka salon sehingga mereka bukan hanya bisa menghidupi dirinya sendiri tetapi mimpinya juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” kata Koimudin.

Koimudin mengungkapkan bahwa untuk 20 peserta tata rias kecantikan rambut datanya diambil dari BPJS ketenagakerjaan yang lulus seleksi dilatih selama 16 hari dan untuk wirausaha baru dari database kemiskinan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) yang dilatih selama 3 hari oleh instruktur dari luar.

“Program ini kita akan anggarkan kembali tahun 2022 kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosila (BPJS) ketenagakerjaan untuk pekerja yang mendapat PHK dan untuk wirausaha baru nanti akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang konsen dengan pembinaan masyarakat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ungkapnya.

Selanjutnya Koimudin membeberkan sebelum pandemi Covid-19 peserta yang ikut dalam pelatihan sampai ribuan orang dan dimasa pandemi anggaran banyak direfocusing sehingga direkrut peserta sesua dengan anggaran yang ada.

“Untuk wirausaha baru diberi bantuan 20 unit gerobak dengan fasilitas elfiji, kompor gas, kuali dan lainnya oleh Gubernur dan Untuk alat-alat tata rias kecantikan rambut diberikan sesuai dengan jumlah peserta dimana masing-masing 20 orang dengan menggunakan anggaran sisa refocusing,” bebernya.

Terakhir Koimudin menyampaikan terkait PHK oleh perusahaan terdampak pandemi Covid-19 bahwa yang melapor ke Disnakertrans sekitar 9 ratus orang dan yang dirumahkan hampir 8 ribu orang untuk tahun 2020.

“Untuk tahun ini belum ada laporan yang terkena PHK dan mudah-mudahan tidak ada laporan yang terkena PHK oleh perusahaan, maka kita berharap ekonomi kita sehat sehingga perusahaan tidak ada yang tutup dan bisa merekrut tenaga kerja baru dan tenaga kerja yang dirumahkan bisa bekerja kembali,” pungjasnya.

Penulis : Zul | YES