IBC, JAKARTA – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Medan bernama Junita Adia Ningsih bersama anaknya Arma Khan menjadi korban pencurian di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat (Jakpus) pada Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 17.00 wib saat menjalani karantina.

Junita menceritakan kronologis kejadian bahwa dirinya tiba di Bandara Soekarno Hatta tanggal 29 September 2021 bersama anaknya dan langsung dibawa ke Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput Jakarta Selatan (Jaksel) namun dua hari kemudian dipindahkan ke Wisma Atlet Kemayoran.

“Saya mendampingi anak saya yang sakit dipositifkan kena Covid-19. Waktu pertama saya dimasukkan wisma Pasar Rumput, sudah dua hari di Pasar Rumput, saya diambil dan dibawa suster ke Wisma Atlet Kemayoran. Kemudian saya dimasukkan di Tower 4 lantai 4,” ujarnya kepada IBC melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (13/10/2021).

Dirinya menambahkan setelah 9 (sembilan) hari di tower 4 lantai 4 dipindahkan ke Tower 5 lantai 4 Wisma Atlet Kemayoran. Setelah itu, dua hari kemudian dinyatakan negatif oleh suster dan sudah boleh pulang.

“Setelah 9 hari di Tower 4 lantai 4, saya dipindahkan ke Tower 5 lantai 4. Setelah 2 hari hasilnya k3luar negatif. Anak saya negatif, saya negatif dianjurkan pulang. Kemudian susternya SMS (WhatsApp – ref) melalui grup katanya sudah boleh pulang ambil surat pulang di runagan suster. Saya pergi kesana (ruangan suster – red) pada pukul 5 sore,. Ruangan suster dari kamar saya selisih dua kamar namun jalannya kaya huruf L,” tambah Junita.

Kemudian Junita melanjutkan tiba-tiba anaknya menghampiri dirinya dan mengatakan ada pencuri masuk ke kamar mengambil tas.

“Anak saya yang sedang tidur di kamar langsung lari sambil nangis kejar saya ke ruangan suster. Lalu saya tanya kenapa memangis, dia bilang ada pencuri masuk ke kamar mamah diambil tasnya mamah. Lepas itu saya lari kejar pencurinya namun ngga kelihatan. Saya ngga tahu kemana larinya. Terus saya kasih tahu suster dan perawat. Karena waktu itu pas pasien disini (Wisma Atlet – red) banyak yang pulang/dipulangkan, saya minta tolong agar pasiennya jangan dikasih pulang dulu. Tapi suster dan peraeatnya ngga ada ambil.tindakan, saya ngga direspon. Lalu saya minta cek CCTV namun katanya CCTV nya ngga aktif,” lanjutnya menceritakan kronologis kejadian.

Saat ditanya apakah pintunya tidak dikunci atau terbuka saat ke ruangan suster untuk ambil surat pemulangan, Junita menyatakan di sini pintunya tidak ada kuncinya.

“Disini pintu tidak ada kuncinya. Semua kamar tidak ada kunci. Pintu saya tingal kan dlm keadan tertutup tapi ank saya ada didalam kamar tidur. Kamar memang tidak ada kunci tersedia. Ditanya kunci katanya semua kamar ngak ada kunci,” ungkapnya.

Selanjutnya Junita menyampaikan dirinya harus ke Bandara Soekarno-Hatta karena Bandara Kuala Namu ditutup untuk penerbangan internasional dan ingin besuk ibu yang sakit.

“Saya harusnya pulang ke Kuala namu tapi penerbangan international ditutup di Medan. Saya ambil jalan ke Jakarta dikarenakan ibu saya sakit,” jelasnya.

Ketika ditanya apa saja yang hilang, Junita dengan lantang menjawab kehilangan uang dan emas.

“Uang saya ada Rp6 juta dan emas ada 90 gram beserta suratnya,” katanya.

Kemudian redaksi kembali menanyakan apakah sudah lapor ke polisi, Junita pun menjawab tidak lapor.

“Saya tak ada lapor Polisi. Karena yang menangani kasus ini orang wisma Atlet yang katanya Satgas. Saya disuruh tunggu informasi selanjutnya. Namun sudah tiga hari tidak ada kabar apapun. Saya sampai sekarang masih di wisma Atlet,” pungkasnya.

Penulis : DS | YES