IBC, PALEMBANG – Rapat senat terbuka Universitas Tamansiswa Palembang dengan agenda wisuda program Sarjana Strata 1 (S1) ke-30 dan program Magister Strata 2 (S2) ke – 10 dihadiri Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) di Ogan Permata Indah (OPI) Convention Centre Jakabaring Palembang, Kamis (14/10/2021).

Universitas Tamansiswa Palembang mewisuda 422 Sarjana dengan program sarjana S1 yaitu Fakuktas Hukum 50 Sarjana, Fakultas FKIP 7 Sarjana, Fakultas Ekonomi 89 Sarjana, Fakultas Pertanian 22 Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial Politik 4 Sarjana dan program Magister S2 Ilmu Pemerintahan 190 Sarjana.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan sebagai pemimpin daerah wilayah Sumsel mengucapkan terima kasih kepada Perguruan Tinggi Universitas Tamansiswa Palembang yang sangat konsisten dalam menelurkan dan melahirkan intelektual-intelektual baru yang berkualitas di Sumsel.

“Tentunya juga yang dilahirkan berkontribusi membangun Sumsel dengan berbagai tugas pokok dan fungsi mereka masing, dimana tidak harus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tetapi bekerja di Perusahaan informalpun sudah berkontribusi untuk Sumsel,” katanya.

Sementara Rektor Universitas Tamansiswa Palembang Azwar Agus mengatakan 422 wisudawan/wati mengikuti wisuda program S1 ke-30 dan S2 ke-10 yang digelar secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan orang tua beserta keluarganya tidak boleh hadir.

“Dengan lahirnya serjana-serjana baru ini kita harapkan bukan hanya untuk mencari kerja tetapi membuka lapangan kerja untuk orang lain dengan tidak bekerja tergantung kepada instansi pemerintah maupun swasta,” harap Azwar

Azwar menyampaikan terkait sistem pembelajaran Universitas Tamansiswa Palembang bahwa ada himbauan dari kementerian memperbolehkan kuliah secara offline tetapi tetap harus menjaga prokes yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan yang terpenting disetiap universitas harus ada satgas Covid-19 untuk memantau hal-kal yang tidak diinginkan.

“Untuk jumlah yang hadir dalam aktivitas perkuliahan, karena jumlah kelas kita banyak maka biasanya satu kelas 40 orang maka kita batasi menjadi 20 orang perkelas agar Prokes dengan menjaga jarak dapat diterapakan,” ujarnya.

Terakhir Azwar mengungkapkan bahwa didalam kondisi pandemi Covid-19 hampir seluruh Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta pasti mengalami penurunan jumlah mahasiswa.

“Alhamdulillah jumlah mahasiswa Universitas Tamansiswa Palembang, penurunannya ada, tetapi tidak terlalu jauh dimana tahun 2020 jumlah mahasiswa lebih kurang 500 mahasiswa dan tahun 2021 lebih kurang 400 mahasiswa,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES