IBC, PELALAWAN – Keterlambatan pembayaran gaji bagi tenaga kesehatan (Nakes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan dan nakes di beberapa Puskesmas mulai terjawab.

Tenaga honorer dan pegawai dinkes diharapkan bersabar hingga menunggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) yang telah disahkan oleh DPRD Pelalawan belum lama ini.

Pembahasan disebuah grup WhatsApp (WAG) terkait penyebab lambatnya pencairan gaji bagi nakes dan tenaga honor di Puskesmas disebabkan adanya refocusing alias pemotongan terhadap gaji honor maupun nakes oleh pihak Dinkes.

Hal itu terungkap ketika anggota DPRD Pelalawan dari komisi satu dan komisi dua menjelaskan kebandelan Kadinkes tidak menghiraukan teguran maupun peringatan untuk tidak melakukan refocusing terhadap honor nakes maupun insentif nakes.

“Keterlambatan diakibatkan dinas memotong/refocusing gaji honor/insentif nakes. Dinas bingal (keras kepala-red), jangan yang di refocusing gaji/honor/TPP, tapi itu juga yang di potong,” kata Ketua komisi dua, Abdul nasib disalah satu WAG.

Hal senada juga disampaikan sekretaris komisi satu DPRD Pelalawan, Abdullah menimpali cuitan Abdul Nasib yang men-tag namanya di dalam grup WhatsApp tersebut.

“Ampun ambo (saya-red). Lah lamo (Sudah lama-red) diingatkan, ditanyakan,” kata Abdullah yang akrab dipanggil dengan sebutan Desima alias dewan sip malam.

Kedua anggota DPRD tersebut mengaku prihatin terhadap nasib para tenaga kesehatan dan honorer Diskes yang terpaksa harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya disebabkan gaji yang tak kunjung cair.

Sempat sebelumnya pihak dinas kesehatan melakukan pembelian 5 unit mobil dinas mewah dengan dalih percepatan penanganan Covid dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp1,5 milyar dinilai mencederai perasaan para pegawai dinkes.

Adapun unit yang dibeli pada saat itu adalah 1 unit CRV, 4 unit Toyota Rush menggunakan dana APBD-P TA 2020.

Penulis : Faisal | YES