IBC, JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akhirnya angkat bicara menanggapi gugatan yang diajukan Viani Limardi terhadap PSI senilai Rp1 Trilyun.

Sekertaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina menegaskan agar Viani Limardi tidak semakin mempermalukan dirinya sendiri dengan terus menerus berstatement yang tidak mendasar.

“Kami berharap saudari Viani Limardi tidak semakin mempermalukan dirinya sendiri dengan sikap arogansi dan terus menerus berstatement yang tidak mendasar diberbagai media mengenai PSI,” tegasnya melalui koperensi pers video, Jum’at (22/10/2021).

Elba menyatakan bahwa PSI siap menghadapi gugatan tersebut.dan akan hadir serta mengikuti seluruh proses pengadilan.

“Menanggapi upaya gugatan yang diajukan saudari Viani Limardi atas oemecatannya sebagai Kader PSI ekaligus DPRD DKI Jakarta. Kami PSI siap menghadapi gugatan tersebut dan memastikan dari hadir dan mengikuti seluruh proses pengadilan,” katanya.

Selanjutnya Elva menyampaikan PSI akan menunggu panggilan dari pengadilan dan siap beberkan fakta dan bukti yang dimiliki.

“Kami menunggu panggilan dari pengadilan dan kami akan beberkan semua fakta dan bukti yang kami miliki karena kami percaya setelah proses evaluasi yang panjang mulai dari DPW PSI DKI Jakarta, Direktorat Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif PSI, Tim Pencari Fakta PSI dan juga termasuk meminta keterangan langsung dari saudari Viani Limardi, keputusan tersebut dirasa tepat untuk diambil atas dasar adanya bukti yang valid,” lanjutnya.

Dirinya menambahkan apa yang dilakukan PSI merupakan upaya menjaga integritas, kami tidak ragu memecat kader yang mencederai dan melanggar komitmen nilai perjuangan.

“Sebaiknya saudari Viani Limardi melakukan intropeksi diri. Semua ini kami lakukan sebagai upaya untuk menjaga integritas. Kami tidak ragu memecat kader kami yang mencederai kerja keras dan melanggar komitmen nilai perjuangan PSI untuk masyarakat,” tandasnya.