IBC, ROKAN HILIR – Proses persidangan terkait kasus pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang di Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau kabarnya kembali ditunda.

Dari 10 orang tersangka, 4 (empat) orang pelaku telah dibebaskan setelah divonis 4 bulan disebabkan masih dibawah umur. Sedangkan 6 (enam) orang lainnya masih menunggu persidangan.

Menurut informasi dari 6 (enam) orang tersangka dua diantaranya disangkakan Pasal 165 KUHP dengan ancaman pidana selama 8 bulan kurungan badan.

Hal ini dibenarkan oleh kuasa hukum tersangka Du,ZL dan To ketika dihubungi melalui ponselnya pada Ahad, 17 Oktober 2021 lalu.

“Iya si Zl dan To disangkakan Pasal 165,” jawabnya singkat.

Pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang semestinya agendakan pada Senin (18/10/2021) lalu menurut keterangan kuasa hukum ke 4 tersangka di batalkan alias di undur. Belum diketahui penyebab penundaan sidang tersebut.

Terhadap kedua orang tersangka Zl dan To yang disangkakan pasal 165 KUHP telah ditahan sejak Februari hingga Oktober ini kedua tersangka telah menjalani kurungan badan selama 8 bulan namun sidang belum juga selesai.

Jaksa yang menangani perkara tersebut, Yudika dan Maruli belum bisa dihubungi guna mengkalrifikasi terkait penundaan sidang pembacaan tuntutan oleh JPU yang seharusnya dijadwalkan pada Senin lalu.

Wakil Ketua bidang Antar Lembaga Pemerintah dan TNI-Polri Laskar Merah Putih (LMP) Riau, Rahmad Faisal ketika dimintai pendapatnya mengenai hak para tersangka yang belum mendapatkan kepastian hukum mengatakan akan mengikuti prosesnya.

“Kita ikuti dari luar prosesnya dulu, kita harap bapak dari kejaksaan memperhatikan hak bagi para tersangka terkhususnya yang disangkakan pasal 165, saya yakin secepatnya akan di gelar sidangnya,” kata Rahmad Faisal yang juga merupakan sekretaris LBH LMP Provinsi Riau menjelaskan ke0ada Biro IBC Riau, Jum’at (22/10/2021).

Menurutnya baik pihak Kejari Rokan Hilir maupun pihak Pengadilan Negeri Rohil akan menjalankan sebagaimana semestinya.

Penulis : Faisal | YES