IBC, PELALAWAN – Gonjang-ganjing ratusan tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau belum menerima gaji per Oktober ini menghebohkan publik.

Keluhan para perawat, dokter dan tenaga kesehatan di rumah sakit plat merah itupun mencuat hingga jadi konsumsi publik.

Adanya ancaman mogok kerja oleh Nakes di RSUD Selasih pun mulai terdengar. Ada sekitar 600 Nakes yang akan mogok kerja dan akan sangat merugikan masyarakat setempat yang tidak bisa lagi mendapatkan pelayanan Medic di RS milik Pemda tersebut.

Saling lempar tanggung jawab antara manajemen RSUD Selasih dengan dinas kesehatan (Disnkes) pun terjadi. Beberapa waktu lalu di salah satu media online, Kadis kesehatan Asril membantah jika penunggakan pembayaran gaji dan tunjangan karena kesalahan pergeseran anggaran dan refocusing APBD. Tetapi kesalahan sebenarnya terjadi dari manajemen RSUD Selasih sendiri, serta tidak berkaitan dengan refocusing dana Covid-19.

“Jika ingin kita buka dari awal, sebenarnya kesalahan fatal itu dari RSUD. Sehingga semua pegawai Diskes ikut merasakan seperti ini,” ungkap Asril seperti yang dikutip dari tribunpekanbaru.com, Jumat (22/10/2021) lalu.

Namun pengakuan Kadiskes Asril tersebut sangat kontradiktif dengan pengakuan salah seorang narasumber kepada Biro IBC yang sempat menemui Sekdakab bersama direktur RSUD pada Selasa (19/10/2021) lalu. Diakuinya terkait penunggakan gaji disebabkan adanya kesalahan refocusing anggaran oleh Dinkes itu sendiri.

Dirinya mengatakan bahwa masalah gaji merupakan kejadian yang berulang, sehingga bagian keuangan Dinkes sudah mengingatkan kasubag program agar lebih berhati-hati dalam menginput anggaran tetapi tetap terjadi kesalahan.

“Iya problemnya terletak di kasubag program dan diakui kadis dan kasubag program yang juga hadir, murni kesalahan recofusing anggaran. Dan ini sudah kejadian tahun yang kedua, Akibatnya dana DAU yang untuk gaji dipergunakan untuk kegiatan lain,” ujar narasumber kepada biro IBC belum lama ini.

Kasubag keuangan RSUD Selasih, Edi Yunasatar menjelaskan terkait alur pengajuan gaji maupun tunjangan TPP telah menggunakan sistem online dan langsung terintegrasi ke instansi induk yaitu Dinkes Pelalawan.

Menurutnya sudah sangat jelas bahwa seperti yang dipersalahkan oleh Kadiskes Asril keterlambatan gaji Nakes disebabkan oleh kesalahan pihak RSUD yang tidak mengajukan dana untuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) beberapa waktu lalu. Sehingga neraca kebutuhan biaya untuk operasional rumah sakit tidak diinput dalam anggaran Diskes merupakan pernyataan bohong.

“Sudah sangat jelas bang, mekanisme nya sekarang online. Kami (RSUD Selasih _red) menginput ke BPKAD yang kemudian BPKAD ke Subag program Disnkes. Jadi mustahil mereka tidak tau kebutuhan anggaran kita,” jelas Edi Yunasatar ketika ditemui diruang kerjanya pada Senin (25/10/2021).

Penulis : Faisal | YES