IBC, SUMSEL – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Musi Banyuasin menangkap tiga pelaku pembakaran pos keamanan PT Bumi Persada Permai (BPP) di Distrik Selero, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba, Senin (18/10/2021) lalu.

Ketiga pelaku yang diamankan berinisial I, P dan J, yang ditangkap tidak lama setelah aksi pembakaran terjadi dikediamannya masing-masing dengan beserta barang bukti satu buah jerigen minyak, arang sisa pembakaran, botol air mineral yang digunakan untuk mengisi minyak dan korek api yang digunakan untuk menyulut api.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan ketiga pelaku pembakaran pos keamanan PT BPP ditangkap berkat kerja keras anggota dilapangan dimana tiga orang yang ditangkap ini berperan memprovokasi serta ikut langsung membakar pos keamanan PT BPP dengan motif para pelaku tidak terima penegakan hukum dengan menutup ribuan sumur-sumur minyak ilegal dilokasi kejadian beberapa waktu lalu.

“Jumlah pelaku pembakaran diperkirakan mencapai seratus orang dimana saat ini anggota gabungan masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya dimana ada oknum masyarakat pelaku pembakaran berlindung didalam masyarakat yang memprovokasi warga lain dalam melakukan aksi pembakaran, karena akses masuk ke lokasi sumur minyak ilegal di lahan PT BPP sudah ditutup sehingga mereka tidak bisa lagi melakukan aksi penambangan minyak ilegal (ilegal drilling),” kata Irjen Pol Toni Harmanto kepada wartawan saat pres rilis tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel Senin (25/10/2021).

Toni menuturkan bahwa sebelum melakukan penegakan hukum menutup penambangan minyak ilegal di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba diawali terlebih dahulu dengan kegiatan Forum Group Discusion (FGD) bersama Forkompinda dan stakeholder terkait di Sumsel bahkan sampai empat kali pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Penegakan hukum menutup tambang tambang minyak ilegal di Kecamatan Bayung Lencir Muba adalah langkah terakhir dilakukan komunikasi dengan masyarakat yang berkaitan dengan akar masalah ilegal drilling karena beredar isu kenapa aktivitas ilegal drilling di Muba sulit dihentikan,”tuturnya.

Terakhir Toni menambahkan bahwa dampak luar biasa yang timbulkan dari penambangan minyak secara ilegal sangat besar terhadap aspek lingkungan mulai dari kebakaran bahkan sampai hari ini ada lokasi penambangan ilegal yang terbakar apinya belum bisa dipadamkan yang mengakibatkan kekeringan sehingga flora dan fauna dilokasi banyak yang mati.

“Kami bersama kementerian lingkungan hidup dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merumuskan kebijakan terkait ilegal drilling saat ini tinggal menunggu finalisasi dan berharap bisa menghentikan aktivitas ilegal drilling di Sumsel,” pungkasnya.

Penulis : Zul | YES