IBC, PELALAWAN – Dua hari berturut-turut diguyur hujan Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau terendam air.

Hampir keseluruhan pemukiman dan akses jalan di ibu kota Pelalawan tergenang banjir. Sempat beberapa momen genangan air masuk kedalam rumah warga di dokumentasikan dan di share dilaman Facebook.

Dibeberapa group WhatsApp tidak sedikit yang mempersalahkan Dinas PUPR Pelalawan yang dinilai tidak memiliki perencanaan dan lamban dalam menangani persoalan banjir yang sudah berlangsung beberapa hari ini.

“Semoga kedepan tanah-tanah rawa tak dipaksakan dibangun perumahan atau rumah serta perkampungan,” tulis komentar pengguna WhatsApp dalam group Pelalawan membangun.

Tak hanya itu, sentilan untuk dinas PUPR Pelalawan pun yang menyebutkan kurang tanggapnya pihak PU menjadi banjir di ibu kota Pelalawan berlarut-larut.

Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Riau, Usamah Khan yang juga merupakan konsultan arsitek ketika dimintai pendapatnya terkait mengatasi banjir di Pelalawan, ia menyebutkan perlunya identifikasi sebelum melakukan upaya tehnis.

“Pengurangan kawasan banjir secara terjemahan itu lebih komprehensif. Indikator keberhasilan dan kegagalannya bisa diukur. Sentuhannya mulai dari persoalaan hulu sampai dengan hilir. Pendekatannyapun berbagai macam; pendekatan ekosistem, sosial, pendekatan teknik sipil dan ekologi. Namun yang terpenting kita identifikasikan pola kemunculan banjirnya, lantaran terjadi variasi pada setiap titik banjir/genangan. Airnya sama dan hukum airnya sama tetapi pola air yang menjadi banjir/genangan adalah berbeda,” kata Usamah Khan menjelaskan melalui sambungan telepon pada Rabu (27/10/2021) pagi wib.

Dari pantauan di lapangan ditemukan beberapa titik pengairan atau drainase yang tidak mampu menampung tumpahan air hujan. Terlihat debit air meluap dan menggenangi jalan.

Penulis : Faisal | YES