IBC, PALEMBANG – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menggelar pembukaan Dies Natalis ke-39 dengan mengusung tema “Membangun Negeri Melalui Inovasi Hybrid Learning Dan Teaching Industry” di Graha Pendidikan Kampus Polsri Jalan Srijaya Negara Kota Palembang, Selasa (2/11/2021).

Direktur Polsri Ing Ahmad Taqwa mengatakan bahwa dalam Dieds Natalis ke-39 Polsri sudah banyak meraih prestasi diantaranya yaitu Juara Pekan Olah raga Seni (Porseni) dan Juara Umum tingkat Internasional tiga kali berturut-turut Debat Bahasa Inggris serta prestasi penemuan Biang energi Crude Palm Oil (CPO) menjadi Biodesel B100.

“Untuk Prestasi tingkat internasional kita masih sedikit oleh karena itu kita buka kerjasama penelitian internasional yang akan kita buatkan skema-skema, hibah dan lainnya yang akan kita kawal,” katanya.

Taqwa mengungkapkan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 partner-partner yang bekerja sama dengan Polsri stop untuk buka kelas diantaranya PLN, Garuda, PT BA, Ligran dan lainnya.

“Untuk PLN tahun ini kita kerjasama dan yang masih persiapan yaitu Garuda, PT BA, dan Ligran,” ungkapnya.

Selanjutnya Taqwa menjelaskan bahwa dalam perjalannya Polsri untuk menjadi yang Unggul dan Terkemuka sampai pada peringatan Dies Natalis ke 39 ini telah berkembang pesat menjadi 9 jurusan yang terdiri dari 25 program studi, yaitu 12 program studi D III, 12 program studi sarjana terapan (D IV) dan satu program magister (S2 Terapan) bidang Teknik Energi Terbarukan.

“Dalam pengelolaanya Polsri menetapkan beberapa sasaran strategis yang berpijak pada misi polsri yaitu meningkatnya kualitas pembelajaran dan kualitas mahasiswa Pendidikan Tinggi serta memperluas Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” jelasnya.

Dirinya menyatakan bahwa penyesuaian kurikulum selalu dilakukan dengan membina hubungan baik dengan industri agar kurikulum Polsri sinkron dengan kebutuhan industri

“Oleh karena itu kurikulum diupdate secara berkala dengan melibatkan pihak industry dalam pembuatan kurikulum dengan mengundang tenaga ahli dari industry sebagai dosen tamu untuk mengadakan program magang, memberikan sertifikat kompetensi, dan bekerjasama dengan industry/perusahaan dalam meyerap lulusan Polsri,” ujar Taqwa.

Terakhir Taqwa mengatakan bahwa dengan menyikapi situasi pandemic covid yang sampai saat ini belum berakhir maka proses pembelajaran di Polsri menggabungkan metode pembelajaran online dan offline yang dikenal dengan Hybrid learning dimana proses pembelajaran lebih menekankan pada Student Center Learning (SCL) dari pada Teacher Center learning (TCL) yang diaplikasikan melalui Learning Management System (LMS) Polsri.

“Melalui metode tersebut maka proses pembelajaran di kelas bengkel dan laboratorium dapat menjadi lebih dinamis yang dapat terukur dari dinamika pembelajaran dimana mahasiswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan inovatif yang ditunjang dengan fasilitas teknologi informasi berbasiskan pada multimedia bengkel dan laboratorium yang dalam proses sertifikasi ISO 17025,” pungkasnya.

Penulis : Zul | YES