IBC, TARAKAN – Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai beranda perbatasan indonesia- Malaysia menyimpan potensi alam yang tidak semua orang tau. Potensi kekayaan alam tersebut patut untuk dieksplorasi dan dikenalkan kepada khalayak umum.

Seperti halnya Komunitas Kabar Baik Kalimantan Utara mengunjungi Kawasan Konservasi Manggrove dan Bekantan pada Selasa (2/11/2021) siang.

Adapun giat yang dilakukan hari itu untuk mengedukasi pengurus komunitas kabar baik akan potensi kekayaan alam ditempat itu.

Pendiri komunitas Kabar Baik, Marihot Sihombing mengatakan keberadaan komunitas kabar baik beranjak akan potensi-potensi yang ada di Kalimantan Utara. Komunitas Kabar Baik sebagai tempat berkumpul untuk pengembangan diri hingga mengembangkan kesadaran untuk mengelola kekayaan alam di Kaltara.

Sehingga pada hari ini dirinya membawa pengurus Komunitas Kabar Baik untuk mengeksplorasi salah satu kekayaan alam itu.

“Komunitas Kabar Baik hari ini mengeksplorasi hutan manggrove. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan wawasan akan pentingnya pelestarian hutan manggrove dan segala habitatnya,” ucap Marihot kepada IBC, Kamis (4/11/2021) siang.

Menurut pendiri Komunitas Kabar Baik yang akrab disapa Iyot itu, manggrove merupakan salah satu trend isu global saat ini.

“Disamping itu, Presiden Jokowi pada pada bulan Oktober 2021 lalu telah berkunjung ke Kalimantan utara untuk melakukan penanaman Manggrove tepatnya di kabupaten Tanah Tidung,” tuturnya.

Dirinya berharap Komunitas Kabar Baik dapat mengenal lebih dekat tentang pentingnya Hutan Manggrove. Sehingga menurut dia bisa mengedukasi dan memberikan gagasan pemikiran.

“Sehingga menjadi aktor yang memberikan edukasi dimana Komunitas Kabar Baik berada” pungkas Iyot.

Hutan Manggrove Salah Satu Penyumbang Oksigen

Aktivis Peduli Lingkungan Teguh Karya saat kunjungan di Kawasan Konservasi Manggrove dan Bekantan itu mengatakan di era ini dunia sedang dalam krisis oksigen, disinyalir pengaruh banyaknya ruang industri yang kian menggeliat kala ini.

“Dunia saat ini sedang krisis oksigen dengan geliat ruang industri yang begitu besar membuat polusi udara semakin meningkat” tutur Teguh kepada peserta saat memaparkan materinya.

Hutan sebagai penghasil oksigen, serta kalimantan merupakan penyumbang oksigen terbesar yang paling di akui dunia. Salah satu dari jenis ekosistem hutan tersebut merupakan hutan manggrove yang saat ini dikunjungi oleh komunitas kabar baik.

Dalam paparanya Teguh mengatakan Hutan manggrove merupakan habitat kepiting bakau, yang saat ini sangat bernilai ekonomis. Teguh mencontohkan potensi ekonomis ini berbanding terbalik pada tahun 2000 kebawah.

“Sekarang kepiting merupakan komoditas, atau nilai ekonomis” lanjutnya lagi.

Dituturkan Teguh, tak hanya oksigen ternyata Manggrove memiliki mamfaat yang tak terduga selain penahan abrasi dan penghasil oksigen.

“Manggrove memiliki fungsi menyerap limbah minyak dan beberapa dimanfaatkan untuk bahan bangunan serta banyak manfaat lainnya” ujarnya.

Penulis : GKS / YES