IBC, SUMSEL – Hapkido Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) gelar pelantikan pengurus masa bakti 2018-2022 dihadiri oleh sekretaris Komite Olah Raga Nasional (KONI) Sumsel Suparman Romans di Hotel Amaris Kota Palembang, Kamis (4/11/2021).

Sekretaris KONI Sumsel Suparman Romans mengatakan bahwa dengan bertumbuhnya cabang-cabang olahraga prestasi di Sumsel akan berdampak positif terhadap program pembinaan KONI.

“Semakin banyak cabang olahraga (cabor) semakin banyak peluang kita merekrut potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu atlet, pelatih, wasit, yang tentu arahnya adalah mereka yang akan mendapatkan kualifikasi baik,” ucapnya.

Suparman menuturkan secara khusus dan spesifik, KONI Sumsel berharap melalui Cabor Hapkido dapat menjaring dan seleksi sekaligus akan dibina atlet-atlet Hapkido untuk proyeksi Pekan Olah Raga (PON) ke-21 Sumatera Utara dan Aceh

“Master Viencentius Yoyok Suradi sudah menyampaikan bahwa Sumsel mempunyai 2 (dua) atlet yang dipantau mempunyai potensi prospek bagus untuk bisa diturunkan PON ke-21 dan PON ke-20 Hapkido baru masuk pada fase eksibisi dan mudah-mudahan penilaian dari Pengurus Besar (PB) PON bahwa Hapkido sudah layak dan pantas untuk dipertandingan di PON ke-21,” tuturnya.

Selanjutnya Suparman mengungkapkan bahwa KONI mempunyai program membina atlet dengan tingkatan yaitu atlet utama yang mempunyai prestasi peraih emas, atlet Madya yang mempunyai prestasi perak, atlet pratama yang mempunyai prestasi perunggu dan atlet potensial yang belum mendapat mendali tetapi mempunyai prospek untuk meraih mendali di PON ke-21.

“Salah satunya dari cabor Hapkido bisa berkomunikasi dan kita akan meminta data dua atlet yang potensial yang akan kita masukkan dalam program pembinaan KONI Sumsel,” ungkapnya.

Dirinya berharap kepada pengurus Hapkido Indonesia Sumsel yang baru dilantik agar segera konsolidasi supaya secara resmi bisa masuk menjadi anggota KONI Sumsel

“Bukan hanya sekedar konsolidasi, pembentukan yang sifatnya siremoni tetapi harus diimplementasikan dengan program yang nyata dimana terbentuknya pengurus harus siap dengan membina pelatih sehingga bisa merekrut calon-calon atlet,” harap Suparman.

Sementara Wakil Ketua Umum bidang Pembenahan Prestasi (Pempres) Hapkido Indonesia Vincentius Yoyok Suradi mengatakan bahwa tahun 2013 Hapkido dibawa dari Korea untuk dikembangkan di Indonesia dan Hapkido sangat pesat berkembangnya bahkan dalam beberapa tahun sudah menjadi anggota KONI.

“Tren dari pada beladiri hapkido lengkap yaitu pukulan, tendangan, bantingan dan lainny sehingga anak-anak muda suka dengan olehraga beladiri Hapkido yang tidak sama seperti Mixed Martial Arts (MMA),” kata Vicentius.

Vicentius menjelaskan yang menjadi salah satu cepat berkembangnya seni beladiri Hapkido adalah manajemennya dengan menggunakan online

“Jika Sumsel mempunyai atlet tidak perlu khawatir tiba-tiba atletnya hilang, karena atlet yang terdaftar sudah teregister dengan Nomor Induk Keanggotaan (NIK) dimana ketika ingin pindah jika tidak resmi maka tidak bisa mewakili untuk daerah lain,” jelasnya.

Terakhir Vincentius ungkapkan bahwa untuk kepengurusan di Indonesia sudah ada 33 Provinsi dan untuk di Sumsel agar masuk keanggotaan KONI Sumsel kepengurusannya setengah jumlah plus satu sekabupaten kota Sumsel dan selain Kepengurusan Sumsel, ada 7 (tujuh) Kepengurusan Kabupaten Kota di Sumsel yang dilantik hari ini.

“Insyaallah tahun depan Hapkido Indonesia Sumsel menjadi anggota KONI Sumsel dan semoga atlet yang ada bisa bertahan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun depan dan juga atlet yang bisa lolos ke pra PON sebanyak mungkin,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES