IBC, PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (Unsri) kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia Sumatera Selatan (IDI Sumsel), Polda Sumsel, Dinas Kesehatan Ogan Ilir (Dinkes OI) dan Salim Group gelar pembukaan vaksinasi Covid-19 massal untuk Mahasiswa/i, dan masyarakat umum usia 12 tahun keatas.

Kegiatan ini dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel H Rosidin Hasan bertempat di Gedung Graha UNSRI Bukit Besar Kota Palembang, Selasa (9/11/2021).

Asisten I Provinsi Sumsel H Rosidin Hasan mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unsri dan seluruh civitas akademika bersama tim kontributor yang memberikan support bagi vaksin di Unsri baik di kampus Bukit maupun di Indralaya yang pelaksanaannya 10 hari kedepan yaitu 9-19 November.

“Vaksinasi merupakan bagian penting untuk kita semua dalam rangka mengakslarasi atau mempercepat jumlah masyarakat Sumsel yang akan mendapatkan vaksin dimana target vaksinasi di Sumsel masih cukup jauh dan mudah-mudahan sampai 10 hari kedepan kita menjaring masyarakat Sumsel untuk segera melakukan vaksin,” ucapnya.

Rosidin mengharapkan target vaksinasi massal di Unsri 1 (satu) hari 1000 orang sehingga dalam 10 hari mencapai 10 ribu orang dan dirinya sampaikan kepada Rektor kalau bisa vaksinasinya bisa bergeser ke sungai Baung, Sungsang dan wilayah lainnya.

“Untuk Kabupaten Kota yang stok vaksinnya masih banyak segeralah kerjasama dengan siapa saja Dinas Kesehatan atau Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bisa mempercepat vaksinasi,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Unsri H Anis Saggaf mengatakan Unsri melaksanakan sentra untuk pelaksanaan vaksin, dimana kemarin dilaksanakan dikampus Indralaya dan hari ini di Kota Palembang yang akan berlangsung sampai November untuk masyarakat yang belum melakukan vaksin tahap I dan II.

“Kita melakukan ini dalam rangka kepedulian Unsri dalam membantu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel bersama Kapolda Sumsel yang gencar supaya vaksinasi di sumsel bisa tuntas,” kata Anis.

Anis menjelaskan bahwa Unsri mensupport vaksinasi, karena selama ini baru 3 M yang hanya menjaga agar virus tidak masuk kedalam tubuh, padahal harusnya kebal dan vaksinasi adalah cara yang efektif agar masyarakat tidak tertular.

“Artinya dengan 3 M yang kita terapkan jika virusnya masih masuk dan kita sudah divaksin mudah-mudahan kita kebal terhadap virus covid-19, oleh karena itu untuk seluruh masyarakat Sumsel mari bersama-sama melakukan vaksinasi, karena vaksin penting untuk menjaga orang lain tertular, bukan hanya untuk diri sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut Anis menerangkan jika vaksin banyak dilakukan dan bisa dicapai dengan target optimum, maka penularannya akan menuju nol. Ia menambahkan sebenarnya virus Covid-19 ada tempat yang bisa dia hidup, tetapi kalau tempat dia hidup tidak ada lagi, maka virus akan mati

“Maka kita mengajak media untuk mengedukasi masyarakat secara positif, karena banyak tersebar isu hoaks di media sosial yang katanya jika disuntik vaksin keturunannya menjadi monyet dan hal ini sangat membodohi masyarakat, mari kita ajak masyarakat sama-sama melawan isu hoaks dan suntik vaksin hanya sebentar dan tidak ada rasa sakit, karena saya sudah dua kali suntik vaksin,” ujarnya.

Terakhir Anis menambahkan bahwa panitia pelaksanaan vaksinasi adalah FK Kedokteran (FK) Unsri, Dinas Kesehatan (Dinkes), IDI Sumsel, Kepala Klinik dan Mahasiswa FK Unsri yang Residen, Koas dan Relawan.

“Insyaallah secara visual akan lebih terjamin dan paling tidak mereka sudah terbiasa dengan menyuntik sehingga tidak terasa sakit dan bagi mahasiwa UNSRI yang masih didaerahnya masing-masing supaya melakukan vaksinasi didaerahnya,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES