IBC, SUMSEL – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur (Kanwil DJBC Sumbagtim) dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Palembang gelar pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN) dan Barang yang dinyatakan Tidak Dikuasai ( BTD) yang merupakan hasil tegahan selama penindakan tahun 2021 di halaman kantor KPPBC TMP B Palembang, Kamis (18/11/2021).

Kepala KPPBC TMP B Palembang Abdul Harris mengatakan melalui kegiatan operasi pasar yang bertajuk tolak ilegal Kanwil DJBC Sumbagtim dan KPPBC TMP B Palembang berhasil melakukan penindakan terhadap hasil tembakau serta Minuman Mengandung Etik Alkohol (MMEA) yang menggunakan pita cukai bekas, pita cukai palsu dan tanpa pita cukai yang melanggar dengan ketentuan Undang-undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007.

“Barang yang dimusnahkan yaitu BMN berupa Rokok 9.865330 batang, Tembakau Iris 388.350 gram, MMEA 3.556.50 liter, Sex Toy 56 pcs, Jok motor dan sparepart motor 18 pcs, senjata tajam 2 unit, Jarum Stetoskop Kondom 418 pcs, Obat dan Suplemen 101 pcs, Airsoft dan Sperpart Airsoft 10 pcs. Dan untuk BTD melalui kiriman pos berupa Bahan cetakan 209 dokumen, Pakaian 270 lembar, Sepatu dan Tas 62 buah, 280 Aksesoris Hp, 10 makanan, 60 Multivitamin, Obat dan Skincare, Jam tangan 42 buah, Aksesoris komputer dan Alat Elektronik 240 buah, Aksesoris dan Perhiasan Imitasi 92 buah, Perlengkapan Olahraga 124 buah, Peralatan rumah tangga 52 buah, Aksesoris Kendaraan 11 buah, Mainan 60 buah, Alat Kesehatan 18 buah dan 45 jenis lainnya,” katanya.

Pemusnahan BMN dan BTD yang merupakan hasil tegahan selama penindakan tahun 2021 di halaman kantor KPPBC TMP B Palembang, Kamis (18/11/2021). Foto : Zul/IBC

Harris mengungkapkan bahwa barang-barang yang dimusnahkan adalah barang yang dikatagorikan sebagai barang yang dilarang dan dibatasi (Lartas) dan telah mendapatkan persetujuan pemusnahan dari Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumatera selatan (Sumsel), Jambi, Babel dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palembang

“Total nilai barang keseluruhan hasil penindakan yang akan dimusnahkan oleh Kanwil DJBC Sumbagtim dan KPPBC TMP B Palembang sebesar Rp14,7 milyar dengan potensi kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp9,6 milyar dan barang tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar atau dirusak sehingga tidak dapat digunakan lagi,” ungkapnya.

Selanjutnya Harris menjelaskan pemusnahan ini merupakan salah satu usaha dari DJBC dalam mewujudkan transparasi kepada masyarakat terhadap pengelolaan barang hasil penindakan dan sebagai upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat serta industri dalam negeri yang telah mematuhi ketentuan Pemerintah, sehingga dapat menciptakan daya saing yang seimbang antara pelaku usaha.

“Tidak akan dicapai secara maksimal tanpa dukungan dan sinergi dari semua pihak yaitu Pemerintah, aparat penegak hukum, Instansi tehnis, rekan-rekan media serta peran serta masyarakat untuk bahu membahu membantu kami mengawasi sebagai langkah untuk mencegah dan menghentikan peredaran barang ilegal yang akan mengganggu penerimaan negara serta keresahan sosial diwilayah kita,” jelasnya.

Terakhir Harris menyatakan Bea Cukai tentunya akan selalu berusaha meningkatkan pengawasan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui sinergi yang baik antara instansi dan pihak lainnya demi menjaga kesatuan Republik Indonesia

“Terima kasih kepada semua pihak yang hadir untuk mendukung dan membantu sehingga terlaksananya pemusnahan barang BMN dan BTD ini,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES