IBC, SUMSEL – Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) massal serentak seluruh Kantor cabang BTN se-Indonesia dalam rangka HUT KPR ke-45.

Kegiatan ini digelar di Perumahan Dream Land II Jalan Lingkar Selatan Kelurahan Sungai Pinang Kecamatan Banyuasin Sumatera Selatan, Sabtu (20/11/2021).

Acara dihadiri Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Pj Sekda Pemprov Sumsel Suman Asra Supriono, Bupati Banyuasin yang mewakili, Kadis Perkim Basyaruddin Akhmad, Komisioner BP Tapera Adi Setianto, Ketua DPD REI Zewwy Salim dan seluruh calon debitur peserta Akad KPR BP2BT

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kemeterian PUPR, Herry Trisaputra Zuna memgucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi atas kerja keras BTN dalam menyalurkan KPR BP2BT.

“Terima kasih kepada BTN yang hari ini bekerja keras menyalurkan produk KPR BP2BT, yang jika melihat sejarahnya di awal-awal agak seret penyalurannya, walaupun kami meyakini perubahan ini sangat baik, karena mengajak masyarakat untuk membiasakan menabung,” ucapnya.

Herry menjelaskan bahwa dari sisi bank produk KPR BP2BT tidak mendistorsi pasar, karena Kelebihan lainnya dari BTN bisa menyalurkan kreditnya dengan bunga pasar, dimana ketidakmampuan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ditutup oleh pemerintah dengan bantuan berupa uang tunai sebesar hingga Rp40 juta dan sisanyalah yang harus dicicil, sehingga bisa terjangkau bagi peserta akad kredit

“Mari kita bangun komitmen bersama bahwa apa yang kita bangun ini memberikan manfaatnya kita semua. Selamat buat BTN lanjutkan terus penyaluran kreditnya, KPR Pasti BTN,” imbuhnya.

Sementara itu, PJ Sekda Pemprov Sumsel Suman Asra Supriono menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) kepanjangan tangan Pemerintah Pusat akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota terkait penyediaan perumahan di wilayah Provinsi Sumsel karena masyarakatnya membutuhkan perumahan yang layak huni.

“Saya berharap apa yang kita lakukan pada hari ini adalah suatu tekad kita bersama melakukan penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah” harap Supriono.

Atas nama Pemprov Sumsel, Supriono mengucapkan terima kasih atas subsidi Pemerintah yang diberikan kepada para MBR dan dirinya juga berharap semoga kouta rumah bersubsidi untuk Sumsel lebih banyak

“Kami akan menyediakan bagaimana tata ruang yang baik untuk pengembang bisa melakukan inovasi dalam rangka penyediaan perumahan bagi MBR dan selamat kepada masyarakat yang akan melakukan akad kredit dan manfaatkan fasilitas Pemerintah yang sudah diberikan ini sebaik-baiknya, karena apa yang telah dilakukan pemerintah adalah wujud dari kepedulian dalam rangka menyediakan perumahan bagi masyarakat Sumsel,” ujar Supriono

Selanjutnya Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar mengatakan digelarnya akad kredit massal KPR BP2BT pada 20 November 2021 yang dilaksanakan secara serentak berhasil melakukan akad kredit massal sebanyak 2150 unit rumah merupakan bagian dari rangkaian HUT KPR ke-45 yang jatuh pada tanggal 10 Desember

“Akad massal akan kita lakukan sampai akhir November dengan harapan target 11000 akan tercapai hingga akhir tahun 2021 dan hari ini BTN akan merealisasikan KPR BP2BT dengan total hampir 7000 unit rumah sehingga sisa 4000 unit rumah, kami sangat yakin dari sisa waktu di November akan tercapai,” kata Hirwandi.

Hirwandi juga menerangkan bahwa akad kredit massal ini, bentuk keseriusan dari BTN dalam membantu pemerintah menggenjot program Pembangunan sejuta rumah dan mengurangi backlog perumahan dengan skema KPR BP2BT, oleh karena itu perseroan mendorong pengembang mempercepat akad atau realisasi KPR BP2BT.

“Setelah kuota KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per tahun habis, maka Bank BTN juga secara serius membantu pemerintah untuk mendorong pembiayaan melalui skema KPR BP2BT agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap dapat memiliki rumah disamping bisnis para pelaku pembangunan perumahan yang berdampak pada 174 industri ikutannya berjalan,” jelasnya.

Dirinya juga berharap kedepannya tidak ada lagi pembedaan yang dilakukan pengembang terhadap KPR FLPP dan KPR BP2BT, karena keduanya merupakan KPR Subsidi yang sangat bermanfaat dan memudahkan MBR dalam memiliki rumah.

“Apalagi kini ada dana talangan dari Bank BTN untuk uang muka bagi KPR BP2BT, sehingga pengembang tidak perlu khawatir cash flow nya terganggu,” harap Hirwandi.

Terakhir dia menbeberkan, dengan adanya dana talangan dari Bank BTN maka pencairan subsidi uang muka hingga Rp40 juta bisa dilakukan didepan, sehingga pengembang tidak perlu menunggu pencairan pemerintah yang mungkin butuh waktu. Kemudian dari sisi masyarakat konsumen atau debitur, Bank BTN memberikan kemudahan angsuran sama dengan angsuran FLPP dan memberikan pilihan fix suku bunga selama 5 tahun dan 10 tahun.

“Kedua angsurannya itu jauh lebih rendah dari FLPP, sehingga dilihat dari konsumen keuntungannya ada dua yaitu konsumen beli rumah senilai Rp150 juta, namun mereka membelinya hanya Rp110 juta karena Rp40 juta di subsidi, dan keuntungannya angsuran hampir sama bahkan lebih rendah dari pada KPR FLPP,” tutup Hirwandi

Penulis : Zul | YES