IBC, SUMSEL – Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumatera Selatan Baznas Sumsel) gelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se-Sumsel tahun 2021 dengan mengusung tema ‘gerakan cinta zakat dalam mewujudkan Sumsel maju dan sejahtera’.

Rakorda tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumsel melalui Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel H Rosidin Hasan bertempat di Emilia Hotel Kota Palembang, Senin (29/11/2021).

Kegiatan dihadiri Ketua Baznas RI K.H Noor Achmad M,A, Asisten I Pemprov Sumsel H Rosidin Hasan, Direktur S Bank syariah Sumsel Babel, Polda Sumsel Kombes Gandung, Kodam II Sriwijaya Zulkif, Kakanwil Kemenag Sumsel diwakili Al Fitran, PT Pos Yessi A, RSI Khadijah Aisyah, RSUP Mohammad Hosein Palembang Mardiana dan seluruh pimpinan Baznas Kabupaten Kota se-Sumsel.

Asisten I Pemprov Sumsel H Rosidin Hasan mengatakan bahwa Rakorda Baznas Provinsi Sumsel dilaksanakan untuk evaluasi ke depan bagaimana mampu bersinergi dengan daerah dan potensi-potensi zakat yang ada di Sumsel yang belum dimaksimalkan, padahal di dalam undang-undang kerjasama dengan BUMN dan BUMD

“Didalam undang-undang No.23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat Baznas selain ASN Baznas juga bisa merangkul BUMN, BUMD dan Perusahaan Swasta. Kalau ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, kami yakin perolehan zakat kedepan akan jauh lebih bagus dibandingkan dengan sekarang,” ujarnya

Rosidin menjelaskan jika Baznas mempunyai sistem yang canggih dengan online, maka orang tidak perlu datang ke Baznas, tetapi cukup mengirimkan zakatnya melalui rekening yang dimiliki Baznas yang bekerja sama dengan perbankan.

“Untuk Baznas Kabupaten Kota se-Sumsel berjejaringlah dengan Kabupaten Kota tersebut karena disana ada perusahaan yang mungkin bisa dijadikan objek pajak,” jelasnya.

Sementara Ketua Baznas Republik Indonesia (RI) K.H Noor Achmad M.A mengatakan pihaknya akan melakukan penguatan kelembagaan dan organisasi, biar Baznas seluruh Indonesia termasuk didalamnya Provinsi Sumsel sama dan Baznas adalah sebagai lembaga Pemerintah, sehingga jangan sampai ada kesan Baznas seperti Organisasi Masyarakat (Ormas), dan Lembaga Swaday Masyarakat (LSM).

“Untuk penguatan dibidang infrastruktur digitalisasi, terlebih dahulu kita memperkuat saran prasarana karena kami akan melakukan untuk penguatan seluruh Indonesia yaitu aplikasi rencana kerja tahunan, aplikasi pengumpulan, aplikasi pendistribusian aplikasi monitoring dan evaluasi akan kami buat hingga sama seluruh Indonesia,” jelas K.H Noor.

K.H Noor mengatakan bahwa setiap Baznas Provinsi minimal seperti ditempat-tempat yang lain untuk seluruh provinsi bisa sampai 1 (satu) Tirliun yang dikumpulkan dari ASN, TNI, Polri, BUMD, BUMN dan para pengusaha dan lainnya.

“Dengan Information Technology (IT) bisa banyak jemput bola, karena aplikasi IT banyak sekali, tidak hanya saja satu pintu tetapi beberapa pintu dan beberapa aplikasi bisa gunakan, sehingga orang dimana saja dan kapan saja bisa tahu tentang Baznas, tahu bagaimana membayar zakat dan tahu ke mana zakat tersebut diberikan,” katanya.

Terakhir K.H Noor ungkapkan sejauh ini untuk Baznas RI dan Baznas Provinsi sudah berjalan, begitu kami canangkan dipusat ternyata kepercayaan masyarakat bertambah sehingga perolehan Baznas meningkat baik zakat mal, infak, sodaqoh, maupun zakat fitrah dan zakat qurban.

“Kepada Baznas Provinsi Sumsel dan Kabupaten Kota untuk penguatan dibidang kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), Infrastruktur dan Jaringan betul-betul dilakukan tahun 2021 dan insyaallah tahun 2022 sesuai dengan visi kami untuk lebih banyak mensejahterakan umat akan tercapai,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES