IBC, JAKARTA – Keberanian Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengeluarkan pernyataan hukuman mati bagi paa koruptor dan mengintruksikan jajarannya baik pada tingkatan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri untuk memberantas Mafia Tanah dan mafia pelabuhan patut diapresiasi dan diacungkan jempol. Pasalnya hal ini tidak pernah dilakukan oleh para pendahulunya.

Pernyataan itu disampaikan Sekjen Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh sebagai Relawan dan pendukung Presiden Jokowi sejak tahun 2012 yang lalu.

“Keberanian Jaksa Agung dalam mengeluarkan pernyataan menghukum mati koruptor dan akan memberantas mafia pelabuhan serta mafia tanah patut kita berikan apresiasi dan diacungkan jempol. Oleh karena itu sangat disayangkan bila ada pihak pihak yang mengganggu kinerja korps Adhyaksa disaat kejaksaan sedang berprestasi,” ujar Akhrom.

Demikian juga Akhrom mengatakan bahwa pihak-pihak yang menyerang secara pribadi Jaksa Agung patut diduga mereka adalah pihak-pihak yang tidak menginginkan hukum sebagai panglima tertinggi.

“Saya mensinyalir ada pihak pihak yang terusik dengan penegakkan hukum dan ketegasan dari Jaksa Agung dalam kerangka ia menegakkan hukum dalam negara hukum sebagai panglima tertinggi,” tegas Akhrom dalam rilisnya, Rabu (1/12/2021).

Pihak-pihak tertentu itu imbuh Akhrom, terlalu kerdil mengkritisi kejaksaan yang menyerang kehidupan pribadi Jaksa Agung. “Terlalu sempit dan kerdil pihak yang nggak jelas itu nyerang secara pribadi Jaksa Agung. Ini enggak mendidik masyarakat. Jadi saya kira jelas ada pihak pihak yang terganggu dengan prestasi dan gencarnya Kejaksaan Agung dalam menegakkan hukum yang seadil-adilnya,” paparnya.

Untuk itu pihaknya meminta kepada Kejaksaan Agung untuk tidak ragu dalam menegakkan hukum. “Selain KPK, negara ini masih membutuhkan institusi seperti Kejaksaan, apalagi dipimpin Jaksa Agung yang sekarang berani menempatkan hukum sebagai panglima tertinggi,” tandas Akhrom.

Penulis : FA|YES