IBC, JAKARTA – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengatakan bahwa angka 212 di Indonesia memang populer sebagai angka yang identik dengan tokoh sinema pendekar fiktif bernama “Wiro Sableng”. Terkenal dengan istilah muridnya sableng, gurunya gendheng atau gila.

Itu pandangan sebagian orang, namun menurut Ken mengistilahkan aksi 212 dengan filosofinya angka 2 sebagai surat ke-2 dalam Al-Quran bernama Al-Baqarah sedangkan angka “12” dengan ayat ke -12.

“Kita mencoba dari “tafsir modern” angka tersebut dengan membuka lembaran tafsir Al-Qurannya apa gerangan yang terjadi sehingga di identikkan dengan aksi “212”,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima IBC di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Menurut Ken, Surat Al-baqarah (2) ayat 12 yang berbunyi: “Dan bila dikatakan kepada mereka: ‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi’. Mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan’. Ingatlah, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS.2:11-12).

Persis seperti jawaban kelompok 212 ditanya, bahwa mereka akan mengadakan pertemuan dengan merevolusi ahlak dan menjawab dalam surat 212 bahwa sesungguhnya mereka adalah orang yang membuat kerusakan, tapi mereka tidak sadar.

“Gerakan 212 ini bukan gerakan keagamaan, tapi gerakan politik dibungkus dengan agama, istilah kerennya adalah politisasi agama, dan di Pilkada DKI Jakarta kelompok ini berhasil menggunakan agama sebagai kedok untuk meraih kekuasaan,” tutup Ken.

Penulis : DS | YES