IBC, JAKARTA – Isu reshuffle kembali menguat terlebih Presiden Jokowi saat di Bali beberapa waktu yang lalu dalam acara ‘Afirmasi Bangga Buatan Indonesia’ menyampaikan dihadapan para Menteri kabinet Indonesia Maju dan kepala daerah seluruh Indonesia, bahwa untuk reshuffle menteri adalah urusannya sebagai presiden. Hal ini ia tegaskan setelah terdapat kementerian dan pemerintah daerah membeli atau menggunakan produk dari luar negri (impor).

Terkait hal itu Kornas-Jokowi mengusulkan sejumlah nama sebagai bahan pertimbangan Presiden Joko Widodo apabila dalam waktu dekat terjadi pergantian menteri di kabinet Indonesia Maju. Pihaknya menilai menteri yang berkinerja buruk atau bermasalah layak untuk diganti.

Langkah tersebut menurut Sekjen Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh demi berjalannya roda pemerintah yang sesuai visi misi presiden. “Menurut kami penting untuk melakukan pergantian kabinet dalam waktu dekat. Sebab kami menilai banyak menteri yang offside alias keluar dari visi misi presiden,” terang Akhrom dalam rilisnya, Sabtu (26/3/2022).

Salahsatunya lanjut Akhrom, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang tak dapat mengatasi kelangkaan minyak goreng. “Saat ini kepuasan masyarakat menurun akibat mendag Lutfhi enggak maksimal dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng,” imbuh Akhrom.

Selain Mendag Lutfi ada juga menteri yang baru-baru ini membuat gaduh, yakni Menteri Ketenagakerjaan, yang mengeluarkan peraturan menteri bahwa Jaminan Hari Tua (JHT) dapat diambil setelah usia 56 tahun, kendati demikian peraturan menteri tersebut berakhir dengan dicabut atau dibatalkan.

Demikian sambung Akhrom, selain kedua menteri itu, ia berharap ke depannya presiden dapat memilah siapa saja menteri yang loyal dan setia hingga masa jabatannya berakhir di tahun 2024.

“Artinya presiden harus mesurtir siapa-siapa saja menteri yang setia dan loyal sampai akhir masa jabatan. Yang kami takutkan seperti kejadian Presiden SBY di periode keduanya, para menterinya bekerja tidak maksimal bahkan meninggalkan SBY seorang diri, akibatnya popularitas SBY menurun di mata publik. Nah.. sebelum Jokowi ditinggalkan oleh para menterinya atau mereka sengaja bekerja enggak maksimal, sebaiknya Presiden Jokowi ganti aja duluan, supaya pak Jokowi landingnya sempurna diakhir masa jabatannya,” kata Akhrom.

Oleh karena itu, Kornas-Jokowi mengusulkan sejumlah nama kepada presiden untuk mengisi kursi menteri di Kabinet Indonesi Maju, yaitu, DR. Hilmar Farid, Ir. Ammarsjah Purba, Silmy Karim, SE, ME, Budi Arie Setiadi, SE, Yopi Muthalib, BBA, MBA, Roy E Maningkas, SE, Rambun Cahyo, SH, Ir. Osmar Tanjung, Eko Sulistyo, S.Sos dan Utje Gustaaf Patty.

“Kami usulkan sejumlah nama-nama itu semuanya berasal dari relawan Jokowi. Bagi kami, mereka tidak diragukan lagi loyalitas dan integritasnya untuk setia bersama Jokowi sampai akhir masa jabatan di tahun 2024. Tapi itu semua kami kembalikan lagi kepada presiden sebagai pemegang mandat tertinggi rakyat. Hanya memang ada satu nama yang baru ini kami usulkan, dia tokoh masyarakat Provinsi Jambi Yopi Muthalib yang juga sebagai Anggota Dewan Pembina di organ kami,” tutup Akhrom.

Penulis : MA|YES