IBC, JAKARTA – Paguyuban Harapan DNA melalui kuasa hukumnya kantor Advokat Kasim-Satria Law Firm yang beralamat di Jalan Kendal No 9 Menteng, Jakarta Pusat menyurati Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Dalam surat tersebut terkait pemblokiran usaha robot trading “DNA Pro Akademi”, serta selanjutnya membuat pengaduan kepada Ombushman Republik Indonesia (ORI) atas dugaan maladmistrasi pelayanan publik.

 Seperti diketahui, bahwa pada tanggal 28 Januari 2022 Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, bersama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) telah melakukan penyegelan atau memblokir terhadap usaha robot trading “DNA Pro Akademi”.

DNA Pro adalah sebuah platform yang menggunakan aplikasi robot trading yang dijual kepada anggota (members) “DNA Pro”. Robot trading atau expert advisor tersebut merupakan produk dari PT DNA Pro Akademi.

 Sebagai akibat dari pemblokiran tersebut, menyebabkan kerugian pada anggota “Paguyuban Harapan DNA”, yang merupakan members dari usaha robot trading “DNA ProAkademi”. “Paguyuban Harapan DNA ini, yang anggotanya sekarang berjumlah 772, dibentuk dengan tujuan membela kepentingan dan hak-hak mereka selaku investor,” ujar Nazarudin Ibrahim kepada Media, 28 Mei 2022.

Lanjut Nazar, Anggotanya berasal dari beragam latar belakang sosial dan pekerjaan. Mereka telah menggunakan platform robot trading yang dijual oleh “DNA Pro Akademi” sejak tahun 2020. Baik berupa trading crypto maupun emas atau forex, tidak pernah mengalami hambatan dalam hal penyetoran, penarikan (withdraw) dan pembayaran keuntungan dari transaksi yang mereka lakukan. Sehingga selama masa-masa puncak “pandemi covid-19”, usaha ini telah menjadi alternatif, dan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dana serta biaya hidup sehari-hari,” tambahnya.

Namun kata Nazarudin, setelah penyegelan dan pemblokiran kegiatan robot trading dilakukan oleh otoritas, barulah kegiatan trading mulai mengalami berbagai hambatan.

“Dana yang selama ini ditradingkan melalui akun masing-masing anggota telah nihil atau dinolkan, sehingga anggota “Paguyuban Harapan DNA” mengalami kerugian yang diperkirakan berjumlah tujuh puluh milyar delapan ratus lima puluh empat juta lima ratus sembilan belas ribu lima ratus enam puluh sembilan rupiah. Padahal anggota “Paguyuban Harapan DNA” menggantungkan hidup dari kegiatan usaha trading tersebut, baik trading emas/forex maupun crypto,” ungkap pria yang akrab dipanggil Nazar ini.

Dalam konteks itu pula, pihaknya melalui kuasa hukumnya, “Paguyuban Harapan DNA” meminta penjelasan dan klarifikasi atas kebijakan yang diambil oleh PKTN dan BAPPEBTI. “Karena sebagai institusi yang berwenang melindungi konsumen dan tertib niaga, PKTN seharusnya memberi perlindungan kepada masyarakat. Begitu juga dengan BAPPEBTI, selaku institusi yang berwenang melakukan pengawasan seharusnya melakukan pengawasan sedari awal,” imbuhnya.

Apalagi regulasi yang mengatur usaha seperti ini belum cukup memadai, papar Nazar, sehingga dengan mudah dikatakan illegal dan dikategorikan sebagai investasi bodong atau ponzi. Oleh karena itu, “Paguyuban Harapan DNA” memohon penyegelan dibuka kembali, sehingga dana yang sudah diinvestasikan dapat kembali.

Demikian untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan maladmistrasi terhadap kebijakan tersebut, “Paguyuban Harapan DNA” juga melayangkan pengaduan kepada Ombushman Republik Indonesia (ORI), mengingat besarnya dana masyarakat diinvestasikan dalam usaha robot trading “DNA Pro Akademi” tersebut.

 Penulis : RA|YES